Selasa, 09 Agustus 2011
Sabtu, 06 Agustus 2011
Asalamualaikum...
Wahai saudaraku! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafa...smu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-’Alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
(Sahabat-sahabat bertanya:” Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan:)
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.
Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.
Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul Mukminin k.w. berkata,: Aku berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?” Jawab Nabi: Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
(Allahumma Baarik lanaa fii Rajabi Wa Sya'ban Wa balighna Ramadhan...!!!, Ya Allah Jangan Kau Biarkan Diri ini tidak menemui Ramadhan-Mu yang Suci dan penuh Barokah...)
Buat teman-teman FB/Ym,Nimbuzzku, teman dunia maya ku...Aku telah memaafkan segala kesalahanmu sebelum kau meminta maaf, Namun..ijinkanlah aku untuk meminta maaf kepadamu, agar aku dapat menemui Ramadhan dalam keadaan Suci....
Salam Ukhwa
Jumat, 05 Agustus 2011
Belum tentu pula apa yang kuinginkan adalah yang terbaik buatku, terbaik pula untukmu. Ini berlaku pula, saat aku memaksakan perasaanku terhadapmu, agar kau mempunyai rasa yang sama terhadapku. Sungguh ini adalah keegoisanku semata, yang jauh dari sebuah kedewasaan. Yang mungkin hanya sepenggal nafsu belaka. Biarkan hal ini menjadi pilihan-Nya. Pilahan terbaik bagi-Nya, bukan menurut diriku, dirimu, ataupun mereka. Semoga semuanya ini menjadi yang terbaik menurut-Nya. Terbaik agar bertambah keimanan kita, terhadap-Nya. Agar Dia tak diduakan oleh kita. Walaupun saat ini aku sungguh mengharapkanmu. Tapi tetap tak melebihi harapan terhadap-Nya. Walau dulu ataupun kini ku begitu egois dengan harapan semu itu. Hingga air yang menetes dan keluar dari mataku. Yang menginginkan bertemu dalam upacara suci. Jikalau kita tak dipertemukan dalam upacara suci. Ijinkan kita tetap bersilahturahmi. Semoga semua menjadi yang terbaik, bagiku dan bagimu. Ijikan aku menjadi sahabatmu, menjadi bagian dari sejarahmu. Biarlah Allah menunjukkan kepadaku wanita yang menjaga auratnya. Yang terpautkan hatinya kepada-Mu. Apakah bidadari itu kau? Aku tidak tahu,semua akan jelas pada waktunya. Dan akupun berusaha agar menjadi manusia yang pantas bagi bidadari itu. Walau sang bidadari tak sempurna. Seidaknya cintaku padanya karena-Mu mampu menyempurnakan bidadari itu. Menjadi manusia yang menundukkan pandangan, dan selalu mengingat-Mu. Semoga aku tetap istiqomah terhadap yang tertulis disini. Insya Allah.
tergamak kau
Walaupun esok ada mentari
Apakah secerah hari ini
Harap begitulah dan moga mudahlah
Perjalanan hidupku
Berat benar langkah
Rela dalam pasrah
Yang aku harap harapkan
Tak kesampaian
Ku tinggalkan semalam yang indah
Sememangnya itu tak kuduga
Lamanya berkasih indahnya berjanji
Sanggup sehidup semati
Ucapan semalam kini berlainan
Kau yang dulu kukenali menjadi duri
Tergamaknya hatimu sayang
Menciptakan luka pada aku yang setia
Dahulu kau bisik kalimah
Walau apa terjadi kasih tak berubah
Mungkin jika itu aku berharta
Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma
Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang
Semuanya memandang kebendaan
Andainya kedaifaan dan rupa pun lah kurang
Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata
Begitulah aku ini kau umpamakan
Di kaca matamu aku mengisahkan
Tergamaknya...
Tergamak
Apakah secerah hari ini
Harap begitulah dan moga mudahlah
Perjalanan hidupku
Berat benar langkah
Rela dalam pasrah
Yang aku harap harapkan
Tak kesampaian
Ku tinggalkan semalam yang indah
Sememangnya itu tak kuduga
Lamanya berkasih indahnya berjanji
Sanggup sehidup semati
Ucapan semalam kini berlainan
Kau yang dulu kukenali menjadi duri
Tergamaknya hatimu sayang
Menciptakan luka pada aku yang setia
Dahulu kau bisik kalimah
Walau apa terjadi kasih tak berubah
Mungkin jika itu aku berharta
Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma
Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang
Semuanya memandang kebendaan
Andainya kedaifaan dan rupa pun lah kurang
Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata
Begitulah aku ini kau umpamakan
Di kaca matamu aku mengisahkan
Tergamaknya...
Tergamak
Walaupun esok ada mentari Apakah secerah hari ini Harap begitulah dan moga mudahlah Perjalanan hidupku Berat benar langkah Rela dalam pasrah Yang aku harap harapkan Tak kesampaian Ku tinggalkan semalam yang indah Sememangnya itu tak kuduga Lamanya berkasih indahnya berjanji Sanggup sehidup semati Ucapan semalam kini berlainan Kau yang dulu kukenali menjadi duri Tergamaknya hatimu sayang Menciptakan luka pada aku yang setia Dahulu kau bisik kalimah Walau apa terjadi kasih tak berubah Mungkin tika itu aku berharta Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang Semuanya memandang kebendaan Andainya kedaifaan dan rupa pun lah kurang Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata Begitulah aku ini kau umpamakan Di kaca matamu aku mengisahkan Tergamaknya... Tergamak
Walaupun esok ada mentari
Apakah secerah hari ini
Harap begitulah dan moga mudahlah
Perjalanan hidupku Berat benar langkah
Rela dalam pasrah
Yang aku harap harapkan
Tak kesampaian Ku tinggalkan semalam yang indah
Sememangnya itu tak kuduga
Lamanya berkasih indahnya berjanji
Sanggup sehidup semati Ucapan semalam kini berlainan
Kau yang dulu kukenali menjadi duri
Tergamaknya hatimu sayang
Menciptakan luka pada aku yang setia
Dahulu kau bisik kalimah
Walau apa terjadi kasih tak berubah Mungkin jika itu aku berharta
Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma
Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang
Semuanya memandang kebendaan
Andainya kedaifaan dan rupa pun lah kurang
Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata Begitulah aku ini kau umpamakan
Di kaca matamu aku mengisahkan
Tergamaknya...
Tergamak
Langganan:
Postingan (Atom)